Kalender

Kategori

Pesan Anda


ShoutMix chat widget

Browser Favorit

Blog Archive

Bisnis hemat dengan linux

Diposting oleh Anang Efendi On 00.51

Anda tidak mampu untuk berhenti meng-upgrade sistim komputer Anda? Apakah Anda menghabiskan waktu Anda membereskan berbagai security hole di sistem? Apakah Anda merasa membelanjakan terlalu banyak uang untuk membeli software?
Jika Anda menjawab "ya" ke pertanyaan yang mana saja di atas, kemungkinan besar Anda telah terlalu tergantung dengan Microsoft.
Berikut ini adalah 11 langkah praktis untuk menyembuhkan masalah Anda.


LANGKAH 1 - ME-MANAGE PRODUK MICROSOFT

Banyak CIO (Chief Information Officer - kira-kira setara dengan Kepala Divisi IT) yang merasa bahwa mereka terikat mati dengan berbagai produk Microsoft.
Software-softwarenya selalu membutuhkan upgrade untuk menutupi berbagai masalah sekuriti yang muncul. Windows 2000 Server, sebagai contoh, pada saat tulisan ini ditulis (thn 2002) memiliki 154 buah upgrade, hampir separuhnya adalah upgrade untuk masalah sekuriti.

WindowsXP membuat masalahnya menjadi lebih parah. Sistim lisensi langganan-nya telah membuat para eksekutif perusahaan naik pitam karena mereka merasa dipaksa untuk terus melakukan upgrade secara rutin, sekedar agar biaya yang mereka keluarkan tidak menjadi sia-sia.
Tetapi sebuah survey mengungkapkan bahwa 65 persen eksekutif mengakui bahwa mereka tidak mempertimbangkan untuk menggantinya. "Kebanyakan kami marah-marah mengenainya, namun kemudian akan bungkam kembali", kata salah seorang CIO yang diwawancarai.

LANGKAH 2 - MENCARI JALAN KELUAR

Linux adalah jawabannya. Lebih murah biayanya, membutuhkan lebih sedikit memory dan tempat di hard disk. Juga lisensi GPL/open-source adalah sesuatu yang elegan: Kita bisa mendapatkan source-code secara cuma-cuma, dimana ini memungkinkan Anda untuk meng-upgrade sistem Anda kapan saja Anda mau. Satu-satunya syarat adalah bahwa Anda harus membagi kembali hasil pekerjaan Anda tersebut ke komunitas open-source.
Banyak yang percaya bahwa model open-source inilah yang membuat Linux cenderung menjadi lebih aman untuk digunakan daripada suatu sistim operasi komputer yang proprietary (seperti Windows)

LANGKAH 3 - KEPUTUSAN HIJRAH KE LINUX

Ini adalah langkah yang paling berat - memutuskan untuk melakukannya.
Bisa saja hal ini dimulai dari bawah - staf IT yang mengutak-atik Linux, menjadikannya sebagai server firewall/file server/dll; dan kemudian mendapat dukungan dari atas. Namun pada akhirnya keputusan akhir tetap dari atas - perusahaan bebas Microsoft tidak akan bisa terwujud tanpa CIO-nya memahami berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh solusi open-source.

LANGKAH 4 - INTI MASALAH DARI PROBLEM DI SISTIM IT KITA

Perusahaan yang menjadi korban hacking atau virus kemungkinan besar sudah melakukan hal ini.
Tapi untuk perusahaan-perusahaan lainnya, masalah utama dari penggunaan produk Microsoft adalah hal berikut ini: Terkuncinya kita ke arsitektur IT yang didominasi produk Microsoft, yang mencekoki kita dengan software yang bloated/gemuk dan tidak aman.
Masalah besar lainnya lagi adalah ketergantungan yang seringkali tidak perlu ke produk-produk Microsoft.

Mungkin masalah paling besar bagi para CIO yang perusahaannya tergantung kepada Microsoft adalah rutinitas upgrade-nya.
"Sering sekali sebetulnya tidak ada alasan untuk melakukan upgrade, kecuali sekedar untuk menjaga kompatibilitas dengan pihak-pihak lainnya. Itu saja", kata Larry Shutzberg, CIO dari perusahaan pembungkusan Rock-Tenn, di Atlanta.

LANGKAH 5 - KITA BETUL-BETUL SIAP UNTUK HIJRAH KE LINUX

Kalau langkah ke-3 adalah "Memutuskan untuk melakukannya", maka langkah ke-5 adalah "Betul-betul memutuskan untuk melakukannya".
Siapkan perusahaan Anda secara psikologis untuk kepindahan ini.
Pertama, Anda harus memiliki rencana yang bertahap untuk menghapuskan/migrasi dari berbagai produk Microsoft. JANGAN langsung memindahkan semuanya dalam seketika.
Ini dilakukan satu per satu. Pertama-tama adalah firewall Anda.
Lalu web server. Kemudian server email.
Pada umumnya sistim operasi desktop/workstation - monopoli Microsoft - adalah yang paling sulit untuk di-migrasi, dan karenanya adalah yang terakhir dilakukan.

LANGKAH 6 - LAKUKAN UJI COBA TERLEBIH DAHULU

Dengan rencana kerja yang telah ada, maka kini kita perlu melakukan ujicoba simulasi, untuk menemukan konfigurasi optimal dari berbagai produk open-source yang akan digunakan.
Sisihkan beberapa server dan workstation, dan biarkan beberapa staf IT Anda melakukan berbagai ujicoba yang diperlukan - sambil mendokumentasikan semua temuan mereka secara detail.

LANGKAH 7 - KITA BUAT DAFTAR UNIT BISNIS YANG MENJADI DIPERSULIT KARENA INI

Juga edarkan memo yang membeberkan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh solusi open-source - lebih irit dalam pemanfaatan server, penghematan biaya lisensi, penghematan biaya upgrade dan maintenance, dan seterusnya.
Namun menurut seorang CIO keuntungan terbesar justru adalah fakta bahwa ia jadi "dipaksa" untuk melakukan "IT strategic planning" - perencanaan IT secara strategis untuk jangka panjang.
Dimana sebelumnya dia sudah sangat sibuk sekedar mengurusi hal tetek bengek operasional.

LANGKAH 8 - KEUNTUNGAN YANG DIRAIH

Tunjukkan kepada mereka penghematan hard disk yang terjadi. Kembalikan uang yang seharusnya dipakai untuk membeli lisensi produk Microsoft.
Ed Leonard suatu saat melakukan migrasi dari divisi animasi grafis ke Linux; film Shrek dibuat dengan "renderfarm"/sekumpulan komputer dengan 800 buah prosesor, yang menggunakan sistim operasi Linux.
Uang yang dihematnya kemudian digunakan untuk membeli server lagi - peningkatan performa terlihat nyata.
Dia berkata bahwa penghematan biaya memungkinkan mereka untuk meng-upgrade komputer server dan workstation mereka setiap 2 tahun, dan bukannya setiap 5 tahun.

LANGKAH 9 - PROSES MIGRASI KITA KE LINUX

Sekarang mari kita berlaku jujur. Begitu jelas bahwa konversi ke Linux tidak menghemat keuangan perusahaan atau tidak meningkatkan performa bisnis, maka akuilah di laporan Anda dan stop proses yang sedang Anda kerjakan.
Anda tidak sedang melakukan perang suci melawan Microsoft.
Di beberapa kasus, mengakui bahwa konversi ke Linux menghasilkan hasil yang sama dengan solusi Microsoft justru akan membuahkan dukungan lebih banyak, daripada jika kita berbohong dan mengada-adakan keuntungan yang sebetulnya tidak ada.

LANGKAH 10 - BUAT LAPORAN SPEKTAKULER HASIL DARI MIGRASI KE LINUX

Sekarang saatnya untuk memanfaatkan berbagai dokumentasi yang telah kita buat sepanjang proses ini. Tunjukkan apa saja prestasi yang diraih karena migrasi ke Linux ini. Sajikan dalam format presentasi yang mencengangkan.
Michael Tiemaan, CTO (Chief Technology Officer) dari RedHat, baru-baru ini melakukan presentasi tersebut untuk salah satu customer RedHat.
Customer tersebut dulunya melakukan suatu proses komputasi dengan server seharga 2,5 juta dolar Amerika (32 buah prosesor) dengan produk Microsoft - dan transaksinya selesai dalam waktu 2 minggu.
RedHat dan customer tersebut kemudian membangun sistim yang baru: server dengan 10 buah prosesor, berbasis Linux. Total biaya: 500.000 dolar Amerika saja. Dan transaksinya sekarang selesai dalam waktu satu hari.

LANGKAH 11 - DENGAN DISIPLIN, TEGUH MENJALANKAN KEBIJAKAN BEBAS-MICROSOFT

Ketika Michael Tiemaan mulai bekerja di perusahaannya yang baru, setiap kali dia menerima dokumen dalam format proprietary (.doc, .xls, .ppt, dst), maka dia akan meminta dengan sopan kepada pengirim untuk mengirimkan ulang dokumen tersebut dalam format yang non-proprietary.
Pada umumnya tidak ada masalah yang terjadi. "Untuk menjalankan perusahaan bebas-Microsoft, cukup diperlukan displin dan konsistensi dalam melakukannya", kata Tiemaan. "Ketika saya mulai bekerja disini, saya buang software Windows saya, dan saya tidak pernah menyesalinya".

0 Response to "Bisnis hemat dengan linux"

Posting Komentar

My Profile


"Everything is Possible with Programming"

Chatt yukk

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini